SUMBER DAYA ENERGI

 Definisi Sumber Daya Energi

Satuan energi adalah joule.Energi dari suatu benda adalah ukuran dari kesanggupan benda tersebut untuk melakukan suatu usaha .

Sumber daya energi adalah sumber daya alam yang dapat diolah oleh manusia sehingga dapat digunakan bagi pemenuhan kebutuhan energi. Sumber daya energi ini disebut sumber energi primer, yaitu sumber daya energi dalam bentuk apa adanya yang tersedia di alam.
Secara umum, sumber daya energi dapat dibedakan menjadi :
1. sumber daya energi konvensional
2. sumber daya energy nuklir

adalah penggunaan terkendali reaksi nuklir guna menghasilkan energy panas, yang digunakan untuk pembangkit listrik. Penggunaan daya nuklir guna kepentingan manusia saat ini masih terbatas pada reaksi fisi nuklir dan peluruhan radioaktif.Para peneliti sedang melakukan percobaan fusi nuklir untuk menghasilkan energi. Energi panas fusi nuklir jauh lebih panas darifisi nuklir, hingga sampai saat ini belum dapat ditemukan wadah atau tempat sebagai reaktor fusi nuklir, semua jenis batu kawah gunung meleleh jika dipakai fusi  nuklir, sampai sekarang fusi nuklir belum dapat digunakan untuk menghasilkan energi listrik.

Daya nuklir menyumbangkan sekitar 6% dari seluruh kebutuhan energi dunia, dan 13-14% kebutuhan listrik di dunia. Gabungan energi nuklir di Amerika Serikat,perancis,dan Jepang menyumbang 50% dari seluruh pembangkit listrik nuklir yang ada. Penggunaan energi nuklir sampai saat ini masih kontroversial dan banyak memunculkan perdebatan.Para pendukungnya, seperti Asosiasi Nuklir Dunia danIAEA, mengatakan bahwa energi nuklir adalah salah satu sumber energi yang dapat mengurangi emisi karbon.Namun ada pihak yang tidak menyetujui seperti Greenpeace danNIRS, mempercayai bahwa nuklir akan membahayakan manusia dan lingkungan. Beberapa kecelakaan akibat nuklir dan radiasi telah bermunculan. Kecelakaan akibat pembangkit listrik tenaga nuklir di antaranyaBencana Chemobyl (1986),Bencana nuklir Fukushima Daiichi (2011), dan Bencana Three Mile Island (1979).Untuk kecelakaan kecil pada Kapal selam bertenaga nuklir  misalnya pada K-19(1961),K-27(1968),dan K-431 (1985).Penelitian internasional terus melakukan peningkatan keamanan energi nuklir, seperti dengan pengamanan nuklir pasif dan adalanya kemungkinan untuk menggunakan fusi.

3. sumber daya energi terbarukan


Sumber daya energi konvensional adalah sumber daya energi yang digunakan untuk memenuhi sebagian besar kebutuhan energi manusia sekarang. Sumber daya energi konvensional terdiri dari

  • minyak bumi
  • batubara
  • gas alam
  • Sumber daya energi nuklir merupakan sumber daya energi yang tersedia di alam dan hanya dapat dikonversi menjadi bentuk energi yang dapat dikonsumsi oleh manusia melalui reaksi nuklir. Sumber energi nuklir terdiri dari :
  • sumber daya energi fissi nuklir (uranium, torium),
  • material radioaktiv alami,
  • sumber daya energi fusi nuklir (deuterium, litium)
  • Sumber daya energi terbarukan adalah sumber daya energi yang tersedia secara terus menerus dalam waktu sangat lama karena siklus alaminya.

Sumber daya energi terbarukan terdiri dari :

  • energi angin
  • energi surya
  • geotermal
  • aliran air (sungai)
  • biomassa (sampah, kultivasi)
  • energi kelautan (arus laut, gelombang, pasang surut, beda suhu)
  • energi badan air besar / danau (beda suhu)

C. Pengertian ketersediaan sumber daya energy

Sumber daya energy non konvensional
Ketersediaan sumber daya energi diartikan sebagai kemampuan manusia untuk mendapatkan sumber daya energi tersebut berdasarkan teknologi yang telah dikembangkan serta dengan cara yang secara ekonomi dapat diterima.
Ketersediaan sumber daya energi ditinjau dari beberapa macam aspek, yaitu :
– keberadaan sumber daya tersebut di alam
– ketersediaan teknologi untuk mengeksploitasi sumber daya tersebut
– ketersediaan teknologi untuk memanfaatkan sumber daya tersebut
– pertimbangan dalam aspek ekonomi
– pertimbangan dampak (lingkungan, sosial)
– kompetisi dengan penggunaan penting lainnya
Berdasarkan berbagai aspek pertimbangan tentang ketersediaan sumber daya energi yang telah disebutkan di atas, maka secara lebih praktis ketersediaan sumber daya energi didasarkan pada dua aspek penting, yaitu :
– ketersediaan data yang cukup dan konsisten
– estimasi biaya yang diperlukan untuk menggali.
Untuk mengeksploitasi suatu sumber daya alam (termasuk sumber daya energi) disamping dua pertimbangan tersebut masih diperlukan pertimbangan berikutnya yang menyangkut :
– dampak lingkungan maupun sosial akibat eksploitasi sumber daya alam
– kompetisi (benturan) dengan penggunaan penting lainnya.

Jenis-jenis sumber daya energy

Sumber energy panas

1.Kompor minyak

Merupakan benda yang dapat menghasilkan energy panas.

Sumber energi yang digunakan setiap kompor berbeda:menggunakan minyak tanah, gas.danlistrik.

2.Setrika
Setrika juga dapat menghasilkan sumber energi panas.Sumber energi yang digunakan setrika ialahenergi listrik. Tetapi, ada juga yang menggunakan arang.
3.Matahari

Matahari adalah sumber panas yang utama di bumi. Jika tidak ada panas matahari, tidak ada kehidupan.

Sumber energy listrik

Mengapa lampu mobil dapat menyala? Lampu mobil dapat menyala karena ada energi listrik.Aki atau akumulator. Aki sering disebut baterai basah. Aki merupakan sumber energi listrik pada mobil. Aki juga digunakan pada sepeda motor. Sumber energi listrik yang lain adalah baterai kering. Berikut ini adalah contoh baterai kering.

Baterai kering banyak digunakan untuk senter dan radio. Baterai kering juga digunakan untuk mobil-mobilanmu.

Sumber energy cahaya

 Benda tersebut bernama senter. Senter berguna ketika kamu berada di tempat gelap. Senter dapat menghasilkan cahaya. Senter menggunakan baterai sebagai sumber energi listrik. Agar rumahmu terang pada malam hari, pasanglah lampu. Lampu tersebut dapat menyala karena ada sumber listrik. Sumber energi cahaya lainnya adalah lampu tempel. Lampu tempel digunakan jika tidak ada energi listrik. Sumber energi pada lampu tempel adalah minyak tanah.

Badan peneliti dan konsultan bereputasi, Boston Consulting Group (BCG), dalam laporan riset terbarunya menyebutkan, akibat berhasil diturunkannya biaya produksi, energi terbarukan seperti bahan bakar bio, tenaga surya, angin, dan lain-lain, akan terus berkembang pesat hingga 15 tahun mendatang, dan akan menjadi primadona para investor maupun konsumen, serta dapat menjadi pengganti terbaik bagi sumber energi konvensional atau bahan bakar fosil.

Akan tetapi perkembangan energi terbarukan yang masih cukup panjang ini masih sangat membutuhkan teknologi untuk mengatasi sejumlah masalahnya.

Sumber DAya Energi Konvensional

Lokasi penambangan konvensional

 

Uranium  merupakan elemen kimia yang cukup banyak ditemukan di kerak bumi. Cadangan uranium kira-kira sama banyaknya dengan cadangan timah dangermanium, dan masih 40 kali lebih banyak daripada cadangan perak.Uranium merupakan komponen yang terdapat di kebanyakan bebatuan, tanah, dan air laut. Masalahnya adalah uranium ini begitu tersebar sehingga hanya penambangan uraniumlah yang bernilai ekonomis karena tersedia dalam konsentrasi yang besar. Sekarang ini harga pasaran uranium di dunia adalah sekitar 130 dolar AS per kilogram (Rp 1,12 juta, kurs Rp8600,00) dan cadangan yang ada setidaknya masih cukup untuk kebutuhan satu abad ke depan (sesuai dengan pemakaian saat ini).Tingginya persediaan nuklir ini menunjukkan bahwa sumber bahan bakar ini masih terjamin.

Harga yang mahal dari sebuah pembangkit listrik nuklir adalah membangun pembangkitnya. Pengaruh harga bahan bakarnya sendiri terhadap biaya produksi listriknya sebenarnya kecil, jadi jikalaupun terjadi kenaikan harga bahan bakar, pengaruhnya tidak besar. Contohnya, saat harga uranium menjadi 2 kali lipat dari harga semula, maka ongkos bahan bakar untuk reaktornya naik 26% dan biaya produksi listrik akan naik 7% saja. Sedangkan, bila harga gas naik 2 kali lipat dari harga semula, maka biaya produksi listrik dari gas akan naik 70%. Bahkan, saat harganya memang benar-benar tinggi, ekstraksi dari sumber lain seperti granit dan air laut dapat menjadi bernilai ekonomis.

Reaktor air ringan (light water reactor) yang sekarang ini digunakan masih relatif tidak efisien dalam penggunaan bahan bakar nuklir, reaktor ini hanya mem-fisikan isotop uranium-235 yang sangat jarang. Dalamproses ulang nuklir, sisa bahan bakar dari reaktor ini dapat membuat sisa ini menjadi dapat digunakan kembali. Sekarang ini, reaktor didesain agar semakin efisien dalam pemakaian bahan bakar.

Tantangan energi terbarukan

Karena masalah kelestarian lingkungan hidup, energi terbarukan terus mendapat perhatian khusus dan dukungan dana dari pemerintah berbagai negara (seperti AS dan Kanada), akan tetapi untuk jangka panjang para konsumen dan investor mungkin justru akan menjauhinya karena berpendapat bahwa teknologi energi terbarukan ini belum matang, dengan biaya produksi yang tinggi, harga jual yang mahal, serta keuntungan tipis.

Namun dalam laporannya BCG menyebutkan, seiring dengan kian tingginya kemampuan teknologi dan menurunnya biaya produksi, industri energi terbarukan kini mulai bertransisi. Dalam waktu 15 tahun ke depan industri energi konvensional akan menghadapi tantangan yang cukup berat, “perusahaan, pemerintah, dan investor akan mempertimbangkan kembali rencana investasinya dengan seksama untuk menghindari kerugian.”

Akan tetapi laporan BCG tersebut juga menyebutkan, industri energi konvensional (seperti batu bara, minyak bumi, dan gas alam) tetap akan menjadi pasar raksasa dengan keuntungan yang cukup besar, dan tidak akan semudah itu lenyap begitu saja. Di samping itu, teknologi dalam industri energi konvensional (seperti teknik pembangkit listrik dengan batu bara) serta peralihan atau transformasi peralatan pabrik dalam industri ini pada dasarnya juga membutuhkan biaya yang besar.

“Meskipun menghadapi tantangan, sebelum 2020, energi konvensional (seperti batu bara, minyak bumi, dan gas alam) tetap akan menjadi sumber energi utama bagi seluruh dunia,” lapor BCG.

Bahan Bakar Bio tingkat tinggi

Dalam laporannya, BCG memperkirakan bahwa biaya produksi untuk menghasilkan bahan bakar bio dari serat yang telah dibuang dan membusuk, jerami, rumput liar, daun, atau pakan ternak, akan setara dengan biaya produksi bensin sebelum 2015 mendatang, atau turun hingga 10 sen AS setiap KWH, dan akan menjadi saingan berat bagi sumber energi fosil konvensional.

Saat ini hambatan teknis untuk menghasilkan bio fuel tingkat tinggi (seperti ethanol yang dihasilkan dari bahan baku non pangan) adalah: membangun infrastruktur transportasinya dan perlengkapan penyimpanan, serta memproduksi mobil yang memanfaatkan bahan bakar bio tingkat tinggi atau bahan bakar campuran (seperti bensin dicampur dengan bahan bakar bio tingkat tinggi).

Tenaga surya berbentuk cair

Kini teknologi yang memanfaatkan tenaga surya untuk memanaskan air yang kemudian digunakan untuk membangkitkan listrik sudah sedemikian matang, dan biayanya sudah ditekan menjadi sama dengan biaya dalam teknologi pembangkit listrik konvensional (seperti bata bara untuk membangkitkan listrik).

Namun meskipun energi surya dapat disimpan dalam wujud cairan panas, namun sulit untuk disalurkan – inilah yang kini menjadi kendala dalam penyebar-luasan pemanfaatan energi surya berwujud cairan ini.

Energi surya fotovoltaik

Dengan menggunakan panel fotovoltaik, sinar matahari dapat langsung ditransformasikan menjadi energi listrik. Perkembangan teknologi fotovoltaik kini juga sudah berkembang sedemikian rupa sehingga biaya produksi dapat ditekan. Laporan BCG menyatakan, hingga 2020 mendatang biaya produksi energi surya fotovoltaik akan sama dengan biaya produksi sumber energi lainnya, dan akan memiliki daya saing tinggi.

Total kapasitas listrik di seluruh dunia yang dapat dihasilkan dengan teknologi fotovoltaik  ini akan mencapai 120 ~ 140 miliar watt pada 2015 mendatang, atau sekitar 6 ~ 7 kali lipat kapasitas produksi listrik pada 2009 yang hanya sebesar 20 miliar watt.

Tenaga Angin

Tenaga angin dapat dibedakan menjadi dua macam yakni tenaga angin darat (onshore wind) dan tenaga angin laut (offshore wind). Jika dibandingkan dengan sumber energi terbarukan lainnya, teknologi energi tenaga angin ini sudah sangat mumpuni.

Laporan BCG menyatakan, di sejumlah tempat, biaya produksi satuan listrik dengan tenaga angin darat sudah sama dengan teknologi pembangkit listrik konvensional, bahkan terus menunjukkan tren menurun. Diperkirakan pada 2015, biaya produksi listrik dengan tenaga angin dapat ditekan lagi sebesar 15%, hingga mencapai 12 ~ 13 sen AS untuk setiap KWH.

Menurut data statistik dari Asosiasi Energi Tenaga Angin Kanada (CanWEA), dalam satu dekade terakhir, tingkat pertumbuhan pembangkit listrik tenaga angin di seluruh dunia telah mencapai 25%. Dan pada 2020 mendatang, total nilai investasi di sektor energi tenaga angin di seluruh dunia akan mencapai 1 triliun dolar AS, dengan kapasitas listrik tahunan mencapai lebih dari 6 triliun watt per tahun.

Namun kendala tenaga angin adalah: dibutuhkannya lahan yang sangat luas, yang biasanya sulit untuk mendapat izin dari pemerintah, dan sulit untuk menyimpan listrik yang dihasilkan.  (The Epoch Times/lie)

htttp://id.wikipedia.org/wiki/Reaksi_nuklir

http://erabaru.net/iptek/55-iptek/20370-energi-terbarukan-tantang-energi-konvensional