PENCEMARAN LINGKUNGAN

Sebelum kita mengenal lebih jauh tentang pencemaran lingkungan,ada baiknya kita lebih tahu dulu tentang apa itu lingkungan?

Lingkungan dapat diartikan sebagai sesuatu yang ada di sekeliling kehidupan atau organisme. Lingkungan adalah kumpulan dari segala sesuatu yang membentuk kondisi dan akan mempengaruhi secara langsung maupun tidak langsung baik kepada kehidupan dalam bentuk individual maupun kuminitas pada tempat tertentu.Jadi lingkungan dapat juga disebut sebagai kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanah,air,energi surya,mineral,serta flora dan fauna yang tumbuh diatas tanah maupun didalm lautan,dengan kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti keputusan bagaimana menggunakan linbgkungan fisik tersebut.

Lingkungan terdiri dari komponen abiotik dan biotik:

1.Komponen abiotik adalah benda mati atau segala yang tidak bernyawa,seperti udara,tanah,air,kelembapan,iklim,cahaya,bunyi dan sebagainya.

2.Komponen biotik adalah segala sesuatu yang hidup atau bernyawa,seperti tumbuhan,manusia dan hewan.

Ilmu yang mempelajari tentang lingkungan adalah ilmu lingkungan atau ekologi.Ilmu lingkungan adalah cabang ilmu dari ilmu biologi.

Masalah pencemaran merupakan masalah yang sangat populer dikalangan masyarakat di seluruh permukaan bumi kita ini. Masalah pencemaran merupakan suatu masalah yang sangat perlu mendapat penanganan secara serius oleh semua pihak untuk dapat menanggulangi akibat buruk yang terjadi,serta upaya untuk  dapat mencegah terjadinya pencemaran lingkungan.

Pencemaran lingkungan terjadi bila daur materi dalam lingkungan hidup mengalami perubahan, sehingga keseimbangan dalam hal struktur maupun fungsinya terganggu. Ketidak seimbangan struktur dan fungsi daur materi terjadi karena proses alam atau juga karena perbuatan manusia. Dalam abad modern ini banyak kegiatan atau perbuatan manusia untuk memenuhi kebutuhan biologis dan kebutuhan teknologi sehingga banyak menimbulkan pencemaran lingkungan. Manusia adalah merupakan satu satunya komponen Lingkungan Hidup  biotik yang mempunyai kemampuan untuk dengan sengaja merubah keadaan lingkungan hidup. Dalam usaha merubah lingkungan hidupnya ini dengan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya dapat menimbulkan masalah yang disebut pencemaran. Manusia juga dapat merubah keadaan lingkungan yang tercemar akibat perbuatannya menjadi keadaan lingkungan yang lebih baik dan seimbang,serta dapat mengurangi terjadinya pencemaran lingkungan, bahkan diharapkan untuk dapat mecegah terjadinya pencemaran.

Ditinjau dari segi ilmu kimia yang disebut pencemaran lingkungan adalah peristiwa penyebaran bahan kimia dengan kadar tertentu yang dapat merubah keadaan keseimbangan pada daur materi, baik keadaan struktur maupun fungsinya sehingga mengganggu kesejahteraan manusia. Pencemaran lingkungan ini perlu mendapat penanganan secara serius oleh semua pihak, karena pencemaran lingkungan dapat menimbulkan gangguan terhadap kesejahteraan kesehatan bahkan dapat berakibat terhadap jiwa manusia.

Berdasarkan medium fisik lingkungan tempat tersebarnya bahan kimia ini, maka pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh bahan kimia dapat dibagi menjadi tiga jenis pencemaran, yaitu:

  1. Pencemaran tanah
  2. Pencemaran udara
  3. Pencemaran air

Perubahan keadaan bahan kimia yang tersebar dalam ketiga medium fisik lingkungan ini, baik secara langsung maupun tidak dapat akan berpengaruh terhadap kesejahteraan hidup manusia dan mahluk hidup lainnya. Pengaruh ini dapat terjadi dalam penggunaan: Medium air, untuk keperluan minum, memasak, sebagai pembersih, untuk keperluan industri dan pertanian.Medium tanah, untuk pertanian, tempat rekreasi, tempat olah raga, tempat tinggal dan sebagainya. Medium udara, semua makhluk hidup memerlukan udara untuk bernafas, tanpa udara  di bumi ini tidak akan ada kehidupan.

Jadi pencemaran itu sendiri adalah masuk atau dimasukkannya makhluk hidup,energi,zat atau komponen lain kedalam air atau udara.Pencemaran juga bisa berarti berubahnya tatanan(komposisi)air atau udara oleh kegiatan manusia dan proses alam,sehingga kualitas air atau udara menjadi berkurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkannya.

Untuk mencegah terjadinya pencemaran lingkungan oleh berbagai aktivitas industri dan aktivitas manusia,maka diperlukan pengendalian terhadap  pencemaran lingkungan dengan menetapkan baku mutu lingkungan.Pencemaran lingkungan dapat terjadi dimana saja dengan laju yang sangat cepat,dan beban pencemaran yang semakin berat akibat limbah industri dari berbagai bahan kimia termasuk logam berat.

Jenis-jenis pencemaran lingkungan:

1.Pencemaran air

Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air seperti danau,sungai,lautan,dan air tanah akibat aktivitas manusia.Danau, sungai, lautan dan air tanah adalah bagian penting dalam siklus kehidupan manusia dan merupakan salah satu bagian dari siklus hidrologi. Selain mengalirkan air juga mengalirkan sedimen dan polutan. Berbagai macam fungsinya sangat membantu kehidupan manusia. Pemanfaatan terbesar danau, sungai, lautan dan air tanah adalah untuk irigasi pertanian, bahan baku air minum, sebagai saluran pembuangan air hujan dan air limbah, bahkan sebenarnya berpotensi sebagai objek wisata.

Pencemaran air dapat disebabkan oleh berbagai hal dan memiliki karakteristik yang berbeda-beda:

1.Meningkatnya kandungan nutrien yang mengarah pada eutrofikasi.

2.sampah organik seperti air comberan (sewage)menyebabkan peningkatan kebutuhan oksigen pada air yang menerimanya mengarah pada berkurangnya oksigen yang dapat berdampak parah terhadap seluruh ekosistem.

3.Industri membuang berbagai macam polutan ke dalam air limbahnya seperti logam berat,toksin organik,minyak,nutrien dan padatan air.Air limbah tersebut memiliki efek termal,terutama yang dikeluarkan oleh pembangkit listrik,yang dapat juga mengurangi oksigen dalam air,seperti limbah pabrik yang mengalir ke sungai Citarum.

4.Pencemaran air oleh sampah.

Akibat yang ditimbulkan:

  1. Dapat menyebabkan banjir
  2. Erosi
  3. Kekurangan sumber air
  4. Dapat membuat sumber penyakit
  5. Tanah Longsor
  6. Dapat merusak Ekosistem sungai
  7. Kerugian untuk Nelayan

2.Pencemaran udara

Pencemaran udara adalah kehadiran satu atau lebih substansi fisik,kimia,atau biologi diatmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan manusia,hewan,dan tumbuhan,mengganggu estetika dan kenyamanan,atau merusak properti.

Pencemaran udara dapat ditimbulkan oleh sumber-sumber alami maupun kegiatan manusia.Beberapa gangguan fisik seperti polusi suara,panas,radiasi,atau polusi cahaya dianggap sebagai polusi udara.Sifat alami udara yang mengakibatkan dampak pencemaran udara dapat bersifat langsung dan lokal,regional,maupun global.

*Sumber Polusi Udara

Pencemar udara dibedakan menjadi 2,yaitu:

1.Pencemar primer

Merupakan substansi yang ditimbulkan langsung dari sumber pencemaran udara,misalnya karbon monoksida adalah sebuah adalah sebuah contoh dari pencemar udara primer,karena ia merupakan hasil dari pembakaran.

2.Pencemar Sekunder

Merupakan substansi pencemar yang terbentuk dari reaksi pencemar-pencemar primer di atmosfer.Pembentukan ozon dalam “smog fotokimia”adalah sebuah contoh dari pencemar udara sekunder.

Belakangan ini tumbuh keprihatinan akan efek dari emisi polusi udara dalam konteks global dan hubungannya dengan pemanasan global (global warming) yg memengaruhi;

Kegiatan manusia

  • Transportasi
  • Industri
  • Pembangkit listrik
  • Pembakaran (perapian, kompor, furnace,[insinerator]dengan berbagai jenis bahan bakar
  • Gas buang pabrik yang menghasilkan gas berbahaya seperti (CFC)

Sumber alami

  • Gunung berapi
  • Rawa-rawa
  • Kebakaran hutan
  • Nitrifikasi dan denitrifikasi biologi.

Sumber-sumber lain

  • Transportasi amonia
  • Kebocoran tangki Klor
  • Timbulan gas metana dari lahan uruk atau tempat pembuangan akhir sampah.
  • Uap pelarut organic

JENIS-JENIS PENCEMAR UDARA

  1. Karbon monoksida,
  2. oksida nitrogen
  3. ,oksida sulfur,
  4. CFC,hidrokarbon,
  5. ozon,
  6. Volatile Organic
  7. Compounds,
  8. partikulat.

Dampak Pencemar Lingkungan

Substansi pencemar yang terdapat di udara dapat masuk kedalam tubuh melalui system pernapasan,jauhnya penetrasi zat pencemar kedalam tubuh bergantung kepada jenis pencemar.Partikulat berukuran besar dapat tertahan disaluran pernapasan bagian atas,sedangkan partikulat berukuran kecil dan gas dapat mencapai paru-paru.Dari paru-paru zat pencemar di serap oleh system peredaran darah dan menyebar ke seluiruh tubuh.

Dampak kesehatan yang paling umum di jumpai adalah ISNA(Infeksi Saluran Napas Atas) termasuk diantaranya asma,bronchitis dan gangguan pernapasan lainnya.Beberapa zat pencemar di kategorikan sebagai toksin dan karsinogen. Misalnya dampak pencemaran udara di Jakarta yang berkaitan dengan kematian premature.ISNA pada tahun 1998 senilai 1,8 trilyun dan akan meningkat menjadi 4,3 trilyun rupiah di tahun 2015.

Dampak terhadap tanaman

Tanaman yang tumbuh di daerah dengan tingkat pencemaran udara tinggi dapat terganggu pertumbuhannya dan akan rawan penyakit,antara lain klorosis,nekrosis,dan bintik hitam.Partikulat yang derposisi di permukaan tanaman dapat menghambat proses fotosintesis.

BENTUK-BENTUK PENCEMARAN UDARA

1.Hujan Asam

Air hujan memiliki ph 5,6 karena adanya CO2 di atmosfer.Pencemar udara seperti SO2 dan NO2 bereaksi dengan air hujan mjembentuk asam dan menurunkan pH air hujan.Dampak dari hujan asam ini antara lain:

  • 1.Mempengaruhi kualitas air di permukaan
  • 2.Merusak tanaman
  • 3.Melarutkan logam-logam yang terdapat dalam tanah sehingga memengaruhi kualitas air tanah dan air permukaan.
  • 4.Bersifat korosif sehingga merusak tanaman.

2.Efek Rumah Kaca

Efek rumah kaca disebabkan oleh keberadaan CO2,CFC,metana,ozon,dan N2O di lapisan troposfer yang menyerap radiasi panas matahari yang di pantulkan oleh permukaan bumi.Akibatnya panas terperangkap dalam lapisan troposfer dan menimbulkan fenomena  pemanasan global.

Dampak dari pemanasan global adalah:

  1. Pencairan es di kutub
  2. Perubahan iklim regional dan global
  3. Perubahan siklus hidup flora dan fauna

3.Kerusakan Lapisan Ozon

Lapisan ozon yang berada di stratosfer pada ketinggian 20-35 km merupakan pelindung alami bumi yang berfungsi memfilter radiasi ultraviolet B dari matahari.Pembentukan dan penguraian molekul-molekul ozon (O3)terjadi secara alami di stratosfer.Emisi CFC yang mencapai stratosfer  dan bersifat sangat stabil sehingga menyebabkan laju penguraian molekul-molekul ozon lebih cepat dari pembentukannya yang pada akhirnya terbentuk lubang-lubang pada lapisan ozon.

3.Pencemaran Tanah

Merupakan keadaan dimana bahan kmia buatan manusia masuk dan mengubah lingkungan tanah alami.Pencemaran ini biasanya terjadi karena:

  • Kebocoran limbah cair atau bahan kimia industry atau fasilitas komersil
  • Penggunaan pestisida
  • Masuknya air permukaan tanah tercemar kedalam lapisan sub-permukaan
  • Kecelakaan kendaraan pengangkut minyak ,zat kimia,atau limbah
  • Air limbah dari tempat penimbunan sampah
  • Limbah industry yang langsung dibuang ke tanah secara tidak memenuhi syarat(illegal dumping)

Ketika suatu zat berbahaya atau beracun telah mencemari permukaan tanah,maka ia dapat menguap,tersapu air hujan dan masuk kedalam tanah.Pencemaran yang masuk kedalam tanah kemudian terendap sebagai zat kimia beracun di tanah.Zat beracun di tanah tersebut dapat berdampak  langsung kepada manusia ketika bersentuhan atau dapat mencemari air tanah dan udara di atasnya.

4.Pencemaran suara

Merupakan keadaan di mana masuknya suara yang masuk terlalu banyak sehingga mengganggu kenyamanan lingkungan manusia.

Pencemaran suara cukup menjadi ancaman serius bagi kualitas lingkungan terutama dibagian suasana .Sumber pencemaran suadalah adalah kebisingan.Kebisingan adalah bunyi atau suara yang dapat menggangggu dan merusak pendengaran manusia.Bunyi disebut bising apabila intensitasnya telah melampaui 50 desibel.

Suara dengan intensitas tinggi,seperti yang dikeluarkan oleh banyak mesin industry,kendaraan bermotor,dan pesawat terbang bila berlangsung terus menerus dalam jangka yang lama dapat mengganggu manusia,bahkan menyebabkan cacat pendengaran yang permanen.

Efek negative dari pencemaran suara

Suara bising yang terus-menerus dengan tingkat kebisingan yang relatif tinggi dapat mengakibatkan dampak yang merugikan kesehatan manusia. Ini dapat berarti gangguan secara fisik maupun psikologis. Gangguan secara fisik antara lain adalah kehilangan pendengaran yang merupakan perubahan ambang batas sementara akibat kebisingan, perubahan ambang batas permanen akibat kebisingan, serta akibat-akibat fisiologis yang berupa perasaan tidak nyaman atau stres meningkat, tekanan darah meningkat, sakit kepala, dan bunyi dering.

Gangguan psikologis akibat polusi suara dibagi menjadi tiga mecam, yaitu gangguan emosional, gaya hidup, dan pendengaran. Ganggguan emosional ditandai dengan kejengkelan dan kebingungan. gangguan gaya hidup berupa gangguan tidur atau istirahat, hilang konsentrasi waktu bekerja. Gangguan pendengaran merintangi kemampuan mendengarkann TV, radio, percakapan, telpon, dan sebagainya.

Pengukuran tingkat polusi suara dapat dilakukan melalui dua cara, yaitu cara sederhana dan cara langsung. Cara sederhana dilakukan dengan sebuah sound level meter biasa diukur tingkat tekanan bunyi dB(A) selama 10 (sepuluh) menit untuk tiap pengukuran. Pembacaan dilakukan setiap lima detik. Cara langsung dilakukan dengan sebuah integrating sound level meter yang mempunyai fasilitas pengukuran LTM5, yaitu Leq dengan waktu ukur setiap 5 detik, dilakukan pengukuran selama 10 (sepuluh) menit.

Secara langsung, polusi suara seperti ini dapat menyebabkan ketulian secara fisik dan tekanan psikologis. Lebih jauh, tekanan psikis akan menyebabkan penyakit-penyakit lainnya muncul pada manusia.

http://id.wikipedia.org/wiki/Lingkungan